Tampilkan postingan dengan label konflik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konflik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

Foto Foto Hoax Perkeruh Panasnya Konflik Di Mesir

Konflik kekerasan yang kini sedang melanda Mesir telah menjadi bahan pemberitaan utama di dunia saat ini. Namun sayangnya tidak semua pemberitaan yang muncul tersebut ternyata adalah sesuatu yang berdasarkan fakta. Beberapa berita hanya disusun berdasarkan data-data yang lemah atau sekedar berdasar pada opini semata. Beberapa lainnya secara sengaja menyebarkan foto-foto hoax sehingga memperkeruh suasana di Mesir.

Selama beberapa hari ini sudah tak terhitung berapa banyak foto yang berkaitan dengan konflik Mesir yang saya lihat dibagikan oleh beberapa teman di jejaring sosial. Saat sedang mencari-cari info seputar kisruh yang saat ini melanda Mesir, secara tidak sengaja saya melihat adanya sebuah artikel mengenai foto-foto hoax terkait krisis di Mesir yang ditulis oleh Candra Wiguna.

Berikut ini beberapa foto yang diindikasi sebagai foto hoax dalam artikel tersebut.
1. Foto Wanita Yang Meninggal Dengan Tersenyum

Foto-Foto Hoax Perkeruh Konflik Di Mesir
Dalam foto ini di tampilkan dua foto dari seorang wanita yang diklaim sebagai seorang syuhada di Mesir. Pada foto pertama ditampilkan foto si wanita saat masih hidup, sedangkan di sebelahnya ditampilkan foto si wanita yang sedang tersenyum lebar saat di pakaikan kain kafan. Gadis ini diklaim mati syahid untuk membela kaum yang benar (Ikwanul Muslimin).

Setelah di telusuri, ternyata foto ini bukanlah foto seorang gadis yang meninggal di Mesir. Foto ini sebenarnya adalah foto seorang gadis asal Malaysia yang sedang melakukan praktek mengenai cara pengurusan jenazah. Gambar ini dipublikasikan pada tahun 2011 lalu di sebuah blog.

2. Foto Wanita Ditendang Oleh Anggotra Militer

Foto-Foto Hoax Perkeruh Konflik Di Mesir
Sebenarnya foto ini memanglah sebuah foto yang berkaitan dengan demonstrasi yang sedang terjadi di Mesir. Hanya saja foto ini menjadi salah peruntukannya karena dikaitkan dengan krisis yang terjadi pada tahun 2013 ini padahal sebenarnya foto ini merupakan foto yang terkait dengan demonstrasi penggulingan Mubarak pada 2011 lalu. Foto ini pernah diterbikan pada 2011 lalu di NPR.

3. Foto Polisi Yang Dinyatakan Dibunuh Karena Tidak Setuju Dengan Pembantaian Di Mesir

Foto-Foto Hoax Perkeruh Konflik Di Mesir
Foto ini diduga sebenarnya adalah foto yang berkaitan dengan peristiwa bom bunuh diri yang mengguncang Mesir pada Mei 2012 lalu. Para korban dalam foto itu adalah para anggta militer yang tewas akibat ledakan bom bukan karena disiksa oleh tentara yang lain karena tidak setuju dengan pembantaian di Mesir. Artikel terkait peristiwa ini pernah di muat di sebuah situs berbahasa Arab.

Walaupun beberapa foto yang tersebar adalah foto hoax, bukan berarti saya ingin memojokan salah satu pihak dan mengatakan tidak terjadi pembantaian di Mesir saat ini. Seperti yang kita ketahui dari berbagai media, memang sedang ada krisis besar di Mesir yang diikuti dengan pembantaian terhadap para demonstran. Sebagai sesama muslim dan sesama manusia saya juga mengutuk pembantaian tersebut.

Saya hanya ingin mengajak kepada kita semua untuk lebih bijak dalam membaca sebuah berita. Tak semua yang kita baca berdasar pada fakta kebenaran, terkadang sebuah kebenaran juga masih disusupi dengan kebohongan. Pandai-pandailah memilih dan memilah berita yang anda baca, coba lihat dari semua sudut pandang agar kita bisa lebih bijak mengambil keputusan tentang mana yang benar dan mana yang salah. Selain itu saya juga mengajak pada kita semua untuk lebih bijak dalam membuat sebuah tulisan, jika apa yang kita tulis adalah sebuah kebenaran mengapa harus disisipi dengan kebohongan.
ReadFull Article ..

Rabu, 23 Oktober 2013

Konflik Sabah Hanya Adu Domba Sesama Muslim

Konflik Sabah Hanya Adu Domba Sesama Muslim

Waspadalah Wahai Umat Islam !....
Kesultanan Sulu di Sabah secara territorial adalah bagian dari negara Malaysia. Dan Distrik Sabah adalah wilayah Pemerintahan Kuala Lumpur. Sebelum Imperialis Inggris menguasai negeri itu pada 1880-an, Sabah adalah wilayah Kesultanan Suluh.


Kesultanan menyewakan tanah 75 kilometer persegi itu ke British North Borneo Co milik Kerajaan Inggris. Hengkangnya Inggris pada 1963 membuat perjanjian tersebut beralih. Pemerintah Malaysia melanjutkan kontrak sewa menyewa hingga sekarang.

Belakangan, ahli waris Kesultanan Sulu, Sultan Jamalul Kiram III menghendaki penghentian kontrak dan meminta wilayah tersebut kembali. Pemerintah Malaysia menolak permintaan tersebut. Penolakan itu membuat Sultan Kiram marah.

Sultan Kiram mengirimkan tentara bersenjatanya untuk mengembalikan tanah kesultanan. Pekan lalu, 27 orang tewas dalam aksi saling serang antara Malaysia dan pendukung kesultanan.

Senin (4/3) kemarin, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, Sabah merupakan wilayah utuh dari negaranya. Negosiasi antara Kuala Lumpur dan Manila sepakat mengakhiri konflik dengan dialog.

Kedua pemerintah juga setuju meredam konflik militer. Pemerintah Malaysia pun mencap pendukung Kesultanan Sulu adalah penyusup. Pemerintah akan mengambil tindakan yang tepat untuk melestarikan kebanggaan dan keutuhan negara, ujar dia.

Front Pembebasan Nasional Moro Bantu Kesultanan Sulu

Nur Misuari, yang mendirikan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) pada akhir 1960-an, mengonfirmasi pejuang pembebasan dari kelompoknya adalah bagian dari milisi yang dikirim oleh Sultan Sulu untuk mengklaim negara bagian Sabah, Malaysia.

"Saya tidak bisa menyangkal bahwa sebagian dari mereka adalah anggota pejuang pembebasan MNLF," ujar Misuari dalam jumpa pers di Manila seperti dilaporkan oleh AFP, Selasa. Hanya saja, ia berkeras tidak terlibat secara personal dalam konflik terebut.

"Mereka pergi ke sana tanpa sepengetahuan saya. Saya tidak memerintahkan siapa pun untuk bergabung ke sana sehingga sangat tidak bertanggung jawab bila ada tuduhan yang menyalahkan kami," ujar Misuari menegaskan.

Pernyataan itu disampaikan saat mengunjungi Jamalul Kiram III, tokoh yang memproklamirkan diri sendiri sebagai Sultan Sulu, sosok yang mengirimkan 100 hingga 300 orang dari Filipina selatan ke Sabah pada 12 Februari untuk menekankan klaim kepemilikannya.

Pejuang pembebasan MNLF terlibat dalam pertempuran bersenjata selama berdekade melawan pemerintahan Filipina, hingga menimbulkan korban puluhan ribu nyawa. MNLF menuntut negara merdeka di wilayah selatan Filipina sekaligus mengklaim negara bagian Sabah sebagai bagian kampung halaman leluhur mereka.

Grup tersebut akhirnya meneken perjanjian damai dengan pemerintah Filipina pada 1996. Berdasar kesepakatan damai, MNLF mendapat hak otonom di wilayah selatan dan melepaskan Sabah dari tuntutan.

Perjanjian damai MNLF menimbulkan ketidakpuasan dari anggota yang beraliran keras sehingga munculan sempalan yang menamakan diri Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang meneruskan perjuangan untuk menuntut kemerdekaan penuh, bukan wilayah otonom.

MILF kini juga hampir mencapai kesepakatan dengan pemerintah dan mengabaikan klaim atas Sabah sepenuhnya. Situasi itu dinilai berpotensi membuat MNLF kehilangan pengaruh politik di selatan Filipina.

Pengamat berspekulasi anggota MNLF diduga ikut meluncurkan serangan ke Malaysia karena mereka takut kehilangan kekuasaan. Spekulasi itu dibantah oleh Misuari yang menegaskan MNLF tidak pernah terlibat secara langsung secara keorganisasian dalam serangan di Sabah. Malah, ia menawarkan pergi ke Kuala Lumpur untuk memediasi solusi damai.

Sumber : http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/03/06/23497/konflik-sabah-diciptakan-kolonial-inggris-adu-domba-sesama-muslim/
ReadFull Article ..