Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 November 2013
Bisnis E book

Anda punya impian. Impian ketenaran, karier di bidang penulisan, dan kekayaan berlimpah. Anda yakin bahwa menulis e-book akan membuat Anda lebih sejahtera dalam hal finansial.<br />
Menerbitkan sebuah e-book ialah bentuk lain memasarkan diri Anda dalam bentuk tulisan. Sebuah ebook ialah cara mudah untuk mendapatkan pembaca dan mengokohkan reputasi sebagai seorang pakar dan bisa juga dijadikan sumber pemasukan ekstra bagi para entrepreneur yang sedang giat berusaha. Bagaimana Anda melompat dari penulis e-book menuju seorang penulis terlaris?
Menulis e-bookFokus pertama Anda ialah pekerjaan itu sendiri. Anda pertama-tama harus memiliki topik tulisan yang telah diketahui dan dikuasai dengan baik, sesuatu yang Anda bisa bahas dengan mendalam dan rinci dengan orang lain. Jika Anda belum menemukannya, Anda bisa lakukan riset kecil dengan membaca sebanyak mungkin dan berdiskusi dengan orang-orang baru sesering mungkin. E-book Anda perlu dibuat sedemikian rupa agar mampu:
1. Menjelaskan ide secara jelas kepada para pembaca
2. Menambahkan sesuatu yang baru pada pembahasan
3. Nampak sesempurna mungkin (untuk itu perlu diedit dengan seksama)
E-book Anda seharusnya mampu menarik perhatian orang dengan pembahasan topiknya tetapi ide-ide yang termuat dalam halamannya tidak akan bermakna jika pembaca Anda tidak dapat memahami apa yang sedang Anda bahas, atau tidak tahu bagaimana menerapkannya dalam kenyataan. Misalnya bahasa yang ringkas dan bebas jargon akan membuat pembaca lebih mudah memahami pembahasan e-book. Anda juga harus pastikan bahwa Anda bisa tambahkan sesuatu yang baru ke dalam topik yang dibicarakan, apakah itu suatu cara baru dalam memandang sebuah subjek atau penggunaan baru informasi yang sudah ada. Misalnya, jika Anda pakar dalam ceruk/ bidang bahan kain organik dan sebagian besar subjek dalam pembahasan berkenaan dengan bagaimana membuat pakaian yang bergaya dengan bahan itu, Anda bisa memilih untuk menulis tentang bagaimana kesinambungannya dan dunia fashion berinteraksi atau bagaimana bahan kain organik bisa digunakan untuk membuat bantalan sofa.
Sebelum Anda menerbitkan e-book, pastikan bahwa tulisan Anda telah diperiksa ejaan dan tata bahasanya dengan seksama. Ini berarti semua aspek seperti tata bahasa, tanda baca dan ejaan, yang bisa menentukan kualitas e-book secara keseluruhan. Sebagai penulis Anda juga perlu mendapatkan masukan dari pembaca sekunder. Minta teman, keluarga, atau rekan kerja untuk membaca e-book Anda. Pilihlah pembaca yang akan bersikap jujur dan mengatakan bahwa buku Anda dipenuhi dengan kalimat yang panjang dan membingungkan, atau bab kedua Anda terkesan agak pendek. Anda ingin nama Anda diasosiasikan dengan konten yang berkualitas.
Memasarkan e-book
Setelah Anda menerbitkan e-book sendiri, Anda perlu untuk memasarkannya. Karya Anda akan tersedia secara online sehingga manfaatkanlah hal tersebut. Ada begitu banyak komunitas online di luar sana dengan orang yang akan membantu, atau menawarkan nasihat, dengan cuma-cuma. Carilah forum, blog dan situs lainnya yang berfokus pada masalah e-book. Orang-orang ini akan tertarik untuk membantu Anda dan mereka akan memiliki banyak saran untuk Anda agar e-book Anda terpasarkan dengan baik. Bangun reputasi untuk Anda sendiri sebagai seorang pakar/ ahli. Anda bisa melakukan ini dalam banyak hal, dari melakukan posting di situs yang sudah disebutkan (situs yang banyak dikunjungi akan sangat membantu) hingga bekerja dengan sebuah perusahaan yang akan membantu Anda mengokohkan diri sebagai spesialis. Banyak yang akan menggunakan keahlian Anda untuk menemukan pijakan di banyak outlet media.
Anda juga tentu bisa melakukan pemasaran media sendiri. Pemasaran dalam jejaring sosial dan press release adalah dua hal yang Anda bisa lakukan sendiri dan ini juga dua metode yang memungkinkan Anda untuk menggunakan daftar kontak terkini untuk menyebarkan kata-kata secara viral dengan berbekal tautan dan dokumen sederhana.
Menambahkan tautan dalam tanda tangan email ialah cara efisien lainnya untuk membiarkan jaringan Anda mengetahui bahwa Anda sudah menerbitkan sebuah buku dan Anda tidak pernah mengetahui berapa kali tandatangan di email Anda itu diteruskan ke orang lain.
Anda bisa melangkah lebih jauh dan menyusun intisari e-book sebagai alat pemasaran. Menulis artikel atau membuat sebuah video singkat yang menyentuh konten e-book Anda pada dasarnya memberikan pelanggan Anda sebuah pancingan untuk mendapatkan e-book Anda. Iklan terbaik mampu meyakinkan Anda untuk menonton film baru. Pikirkan hal yang sama untuk semua konten yang Anda berikan pada pembaca.
Ini merupakan metode paling hemat biaya untuk menjual produk Anda tetapi ini bukan berarti apa-apa jika e-book Anda belum tersedia. Cobalah untuk mempublikasikan buku Anda di sebanyak mungkin situs. Pilihan yang bagus adalah Amazon, iBookStore, Smashwords dan Us. Ingatlah hak dan tanggung jawab Anda sebagai seorang penulis. Anda memiliki hak cipta terhadap karya Anda dan begitu juga yang lain. Sejumlah situs, seperti Amazon memberlakukan pemeriksaan di tempat untuk memastikan hak cipta tidak dilanggar.
Sukses itu bisa!
Sementara metode-metode ini mungkin terkesan sederhana, tapi semuanya berhasil. Seorang penulis yang tidak bisa menembus penerbit besar untuk karyanya mencoba menerbitkan sendiri bukunya dan ia kemudian berhasil menjual bukunya hingga 450 ribu kopi dalam satu bulan saja. Sementara penulis lain menulis e-book dan menjualnya hingga meraup untung mencapai setara 1 juta dollar dalam jangka waktu 5 bulan sehingga dilirik oleh sebuah surat kabar besar. Mengapa Anda tidak mengikuti jejak mereka?
Sebagai seorang penerbit Mandiri, menerbitkan karya bersamaan tidak akan terlalu membebani. Namun menyelesaikan buku tidak berarti membuat Anda otomatis berhasil. Sebagai seorang penulis yang belum dikenal, memasarkan diri membutuhkan usaha dan waktu yang cukup banyak tetapi selalu ada imbalan yang setara di akhir nanti. (*/Akhlis)
sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/bisnis-mikro/13277-e-book-sumber-pendapatan-dan-media-promosi-entrepreneur.html
Senin, 21 Oktober 2013
Pedagang Ikan Louhan Optimis Bisnis Akan Kembali Bergairah
Kapanlagi.com - Para pedagang ikan hias tetap optimis penjualan ikan Louhan akan kembali bergairah setelah permintaan ikan hasil silang tersebut menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir ini. "Peminatnya masih tetap banyak, hanya saja lebih terbatas ke kalangan hobis. Kontes-kontes Louhan juga masih rutin diadakan," kata Suhid, seorang pedagang ikan Louhan di Jalan Kartini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7).
Di samping itu, beberapa pecinta ikan hias juga kembali memelihara ikan Louhan, setelah sempat beralih ke ikan Discus, karena kualitas bibit Louhan yang dijual sekarang lebih baik, katanya.
Ia mengaku lesunya penjualan ikan Louhan akhir-akhir ini akibat bibit ikan Louhan yang dijual pada saat booming tahun 2002-2003 tidak diseleksi terlebih dulu. Bibit yang bagus dan jelek sama-sama dijual dengan harga yang relatif mahal.
"Jadi saat ikannya sudah besar dan tidak sebagus yang dijanjikan, banyak pembeli yang kecewa dan bosan melihat ikannya. Sebagian besar pemelihara Louhan juga tidak selalu mengikuti perkembangan ikan itu," tambahnya.
Senada dengan Suhid, Mumu, seorang pedagang Louhan lainnya di Jalan Kartini juga menyalahkan sistem penjualan yang tidak memilah kualitas sehingga menyebabkan lesunya penjualan ikan Louhan akhir-akhir ini.
"Bisnis Louhan lesu bukan karena ikan tersebut gampang dikembangbiakkan. Tapi disebabkan sistem penjualan dari pedagang yang memukul rata harga ikan Louhan," katanya.
Meski mudah dikembangbiakkan, tidak semua peranakan ikan Louhan mempunyai kualitas yang sebaik induknya, apalagi untuk jenis Cinghwa hanya bisa menghasilkan 20% bibit yang baik, tambahnya.
Ia berharap dapat mempertahankan bisnisnya dengan hanya menjual ikan dan bibit Louhan yang berkualitas baik saja. "Ikan bagus bertemu hobis akan menghasilkan uang," katanya.
Dibanding tiga tahun lalu, pendapatan pedagang ikan Louhan di tempat itu kini turun drastis menjadi Rp100 ribu dari Rp2 juta - Rp3 juta/hari.
Pada saat keemasan itu, hampir semua kios ikan hias di Jalan Kartini yang berjumlah lebih dari 50 memajang ikan Louhan, tetapi kini hanya tiga kios yang masih menjual ikan hasil silangan yang berasal dari Malaysia itu.
"Dulu tiap kamar kos ada akuarium berisi Louhan, pembelinya pun seperti antri karena setiap ada yang keluar kios ada lagi yang masuk," kenangnya.
Ia optimis bisnis ikan Louhannya akan kembali bersinar setelah berhasil mengembangbiakkan bibit Louhan yang berkualitas. Untuk itu, ia telah bergabung dengan salah satu klub Louhan di Jakarta agar mudah mendapat informasi seputar perkembangan ikan itu terutama kontes-kontes Louhan di Jakarta dan berbagai daerah.
Kontes-kontes Louhan juga kembali marak di Jakarta. Tahun 2006, kontes untuk pemula diadakan empat kali, sedangkan untuk tingkat nasional dua kali, katanya.
Harga ikan Louhan yang sudah mengikuti kontes pasti akan naik, apalagi kalau menang dan mendapat sertifikat, katanya sambil mencontohkan ikan yang dulunya seharga Rp400 ribu berhasil dijual seharga Rp2,5 juta setelah mendapat sertifikat pemenang ketiga dalam sebuah kontes ikan Louhan. (*/bun)
Sumber : http://berita.kapanlagi.com/
Langganan:
Postingan (Atom)